Sabtu, 15 Oktober 2011

Keuntungan dan Kerugian TIK

KEUNTUNGAN PENGGUNAAN TIK DALAM BIDANG POLITIK

STRATEGI POLITIK DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Seperti kita ketahui bahwa Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan rencana jangka panjang (tahun 2004–2015) untuk mengatasi kemiskinan. Untuk itu perlu strategi politik agar rencana tersebut dapat berjalan dengan lancar. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah menambah pendapatan masyarakat miskin dengan cara meningkatkan produktivitas dan kemampuannya serta membantu mereka memperoleh peluang dan perlindungan sosial yang lebih baik agar dapat mencapai status sosial, ekonomi, dan politik yang lebih baik atau dapat pula dilakukan dengan mengurangi pembiayaan kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat miskin seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur agar dapat menunjang kegiatan-kegiatan sosial dan ekonomi.
Sebenarnya pemerintah Indonesia telah berupaya memadukan berbagai faktor penyebab kemiskinan dan menyusun strategi penanggulangan kemiskinan yang dituangkan dalam bentuk dokumen Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan (SNPK) yang intinya berisi menciptakan peluang kerja, memberdayakan masyarakat ,mengembangkan kemampuan,
dan menciptakan perlindungan sosial .
Namun ada salah satu strategi politik yang menurut saya penting dilakukan pemerintah untuk mengurangi kemiskinan yaitu membangun infrastruktur jaringan internet. Strategi ini nantinya dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan khususnya pelayanan publik. Strategi ini berbasis teknologi informasi dan komunikasi atau TIK. Ada beberapa strategi politik untuk mengurangi kemiskinan dengan pemanfaatan TIK. Yang diantaranya adalah :
Meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat akan manfaat TIK
Saat ini, apresiasi masyarakat umum akan potensi TIK sebagai alat bantu untuk mengurangi kemiskinan masih sangat rendah. Kesadaran akan potensi TIK untuk penanggulangan kemiskinan harus ditingkatkan dengan melibatkan semua pihak yang. Dengan peningkatan kesadaran ini maka kaum miskin dapat segera sadar akan manfaat/keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan TIK. Peningkatan kesadaran ini dapat dilakukan melalui penyelenggaraan aktivitas seperti seminar, kampanye melalui media massa, dan lain-lain. Mengadakan kegiatan partisipatif yang dapat memastikan agar TIK berdampak optimal dalam pembangunan komunitas tertentu Pihak-pihak yang bersangkutan dan kelompok-kelompok masyarakat secara bersama dapat menentukan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mengembangkan cara-cara baru bagi pencapaian tujuan-tujuan kelompok atau masyarakat khususnya rakyat miskin.
Menyediakan akses informasi bersama dalam bentuk komputer dan internet serta bentuk-bentuk TIK lainnya di suatu tempat yang dapat diberi nama Community Access Point yang merupakan cara paling realistis untuk menjangkau kalangan masyarakat miskin. Manfaat ini secara ekonomis dapat dirasakan melalui peningkatan penghasilan atau mengurangi pengeluaran. Mengembangkan SDM rakyat miskin. Selama ini rendahnya inisiatif masyarakat dalam menanggulangi kemiskinan dengan cara mereka sendiri adalah salah satu faktor penghambat pembangunan. Dengan TIK dapat mempercepat proses pengembangan SDM masyarakat khususnya masyarakat miskin baik melalui proses pembelajaran formal maupun pelatihan. Dalam proses pembelajaran, teknologi informasi dapat berperan dalam proses pembelajaran jarak jauh. Proses pembelajaran jarak jauh juga dapat dimanfaatkan untuk proses pelatihan bagi berbagai kelompok masyarakat, misalnya usaha kecil dan menengah.
Membangun pemimpin teladan. Masyarakat pedesaan umumnya adalah masyarakat tradisional yang menempatkan tokoh pimpinan, baik formal maupun informal, sebagai panutan. Menyadarkan pemimpin masyarakat akan manfaat TIK adalah yang salah satu langkah awal yang perlu dilakukan. Dengan demikian manfaat TIK dapat cepat disebarluaskan kepada masyarakat banyak melalui para pemuka masyarakat tersebut.
Strategi yang juga penting adalah penggalangan kemitraan yang dimaksudkan terutama untuk mendukung pengembangan kemampuan masyarakat.


KERUGIAN PENGGUNAAN TIK DALAM BIDANG POLITIK
Dewasa ini sebagaimana diamati oleh Feenberg, pilihan-pilihan yang dibuat manusia, sebagai konsekuensi dari kebebasan individu yang kian berkembang, dimediasi oleh teknologi. Maka orang yang sungguh bebas adalah orang yang melek pada kecanggihan teknologi, terutama TIK. “Apa yang disebut manusia”, demikian Feenberg, “sudah dan akan diputuskan dalam bentuk alat-alat kita tidak kurang dari tindakan para negarawan ataupun gerakan politik.” (Feenberg, 2002, 3) Dengan kata lain teknologi akan menjadi salah satu elemen utama pembentuk jati diri dan karakter manusia. Teknologi tidak pernah netral dan obyektif murni, melainkan selalu terkait dengan dampak dan kepentingan politis tertentu.
Sebaliknya juga dapat dikatakan, bagi mereka yang buta teknologi, pilihan menjadi sangat terbatas. Inilah karakter otoriter dari teknologi, bahwa dia bersikap diskriminatif kepada mereka yang tidak bisa mengaksesnya. Teknologi menjadi begitu rumit dan teknis, sehingga mengalienasikan penggunanya. Akibatnya manusia menjadi obyek dari teknologi. Teknologi menjadi simbol diskriminasi bagi mereka yang bodoh dan miskin. “Eksklusi mayoritas besar dari partisipasi (teknologi-Reza) di dalam keputusan ini,” demikian Feenberg, “sangat tidak demokratis.” (Feenberg, 2002) Dengan demikian perubahan pandangan mendasar tentang teknologi dan penggunaannya memerlukan kesadaran demokratis, yakni teknologi yang membebaskan manusia, yang memperlakukan dan memberdayakan manusia untuk mencapai taraf kesetaraan, yang menjadikan manusia sebagai subyek.
Feenberg juga menegaskan bahwa teknologi harus menganut sosialisme, yakni dipergunakan  untuk pemberdayaan sebanyak mungkin rakyat, dan bukan hanya kalangan yang mampu saja. Tentu saja seperti juga disadari oleh Feenberg, kata sosialisme erat dikaitkan dengan komunisme dan marxisme. Padahal sosialisme tidak otomatis sama dengan kedua konsep itu. Sejak kejatuhan Russia dan banyak negara komunis, ide tentang sosialisme kehilangan daya tariknya di dunia. Walaupun begitu alih-alih dipandang sebagai kematian sosialisme, jatuhnya Russia dan negara komunis lainnya juga dapat menjadi kesempatan bagi kita untuk menelaah kembali sumber-sumber pembebasan yang ada di dalam teori-teori sosialisme maupun Marxisme, sebelum kedua teori itu ditafsirkan oleh Lenin, dan dijadikan pembenaran untuk diktator militer di Uni Soviet. Sumber pembebasan untuk memahami teknologi sebagai alat pembentuk dan pemberdaya subyektivitas manusia juga dapat kita tempa dari teori-teori sosialisme tersebut.


KEUNTUNGAN PENGGUNAAN TIK DALAM BIDANG PENDIDIKAN
Pemanfaatan TIK dalam pendidikan, akan mengatasi masalah sebagai berikut:
  • Masalah geografis, waktu dan sosial ekonomis Indonesia
  • Negara Republik Indonesia merupakan Negara kepulauan, daerah tropis dan pegunungan hal ini akan mempengaruhi terhadap pengembangan infrastruktur pendidikan sehingga dapat menyebabkan distribusi informasi yang tidak merata.
  • Mengurangi ketertinggalan dalam pemanfaatan TIK dalam pendidikan dibandingkan dengan negara berkembang dan negara maju lainnya.
  • Akselerasi pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan mutu pendidikan yang sulit diatasi dengan cara-cara konvensional
  • Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi.
  • TIK akan membantu kinerja pendidikan secara terpadu sehingga akan terwujud manajemen yang efektif dan efisien, transparan dan akuntabel.

Manfaat Internet terhadap pendidikan

Dalam bidang pendidikan Internet telah memainkan peranan penting dalam proses pembelajaran. Meskipun di dunia pendidikan terdapat beberapa tantangan sebagai berikut:
  • Proses pendidikan itu memerlukan waktu tenggang (lead time) yang cukup lama.
  • Setidak-tidaknya seorang dituntut untuk mengikuti pendidikan sejak sekolah dasar sampai perguruan tinggi
  • Dalam pendidikan itu berlaku prinsip “irreversibilitas”
  • Tantangan yang kita hadapi di masa depan cendrung berkembang semakin kompleks, yang ditandai dengan semakin cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai akibat dari arus globalisasi yang semakin terbuka. (PUSTEKKOM,2006)
e-Education, istilah ini mungkin sudah tidak asing bagi bangsa Indonesia. e-education (Electronic Education) ialah istilah penggunaan TI di bidang Pendidikan. Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi masalah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. (Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?) Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat berupa Digital Library. Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan (Oetomo, B.S.D, 2002).
Lingkungan Akademis Pendidikan Indonesia yang mengenal alias sudah akrab dengan Implikasi TI di bidang Pendidikan salah satunya adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Saat ini di UPI, hampir setiap Fakultas yang terdapat di UPI memiliki jaringan yang dapat di akses oleh masyarakat, memberikan informasi bahkan bagi yang sulit mendapatkannya karena problema ruang dan waktu. Hal ini juga tentunya sangat membantu bagi calon mahasiswa maupun mahasiswa atau bahkan alumni yang membutuhkan informasi tentang biaya kuliah, kurikulum, dosen pembimbing, atau banyak yang lainnya. Bahkan saat ini telah berkembang digital library di kawasan kampus. Inisiatif-inisiatif penggunaan TI dan Internet di luar institusi pendidikan formal tetapi masih berkaitan dengan lingkungan pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sudah ada adalah situs penyelenggara “Komunitas Sekolah Indonesia”. Situs yang menyelenggarakan kegiatan tersebut contohnya plasa.com. dan SMA-net.com.


KERUGIAN PENGGUNAAN TIK DALAM BIDANG PENDIDIKAN
TIK seiring dengan perkembangannya yang semakin meningkat, namun tetap saja memiliki kekurangan. Misalnya saja pada e-learning, e-learning dapat menyebabkan pengalih fungsian guru yang mengakibatkan guru jadi tersingkirkan, menyebabkan terciptanya individu yang bersifat individual karena sistem pembelajaran dapat dilakukan dengan hanya seorang diri, dan kemungkinan etika dan disiplin peserta didik susah atau sulit untuk diawasi dan dibina sehungga lambat laun kualitas etika dan manusia khusunya para peserta didik akan menurun drastis, serta hakikat manusia yang utama yaitu sebagai makhluk sosial akan musnah.
Kemudian karena seringnya mengakses internet, di khawatirkan pelajar bukanya benar-benar memanfaatkan TIK dengan optimal malah mengakses hal-hal yang tidak baik, seperti pornografi yang sangat mudah di akses yang berefek buruk bagi anak dibawah umur ataupun bagi yang sudah dewasa sekalipun. Hal lain misalnya kecanduan : asik berinternet ( biasanya menggunakan fasilitas social networking / game online ) sehingga lupa waktu dan berakibat buruk bagi kehidupannya.kemudian ada istilah Cyber-relational addiction adalah keterlibatan yang berlebihan pada hubungan yang terjalin melalui internet (seperti melalui chat room dan virtual affairs) sampai kehilangan kontak dengan hubungan-hubungan yang ada dalam dunia nyata..Kemudaian dikenal pula Information overload, Karena menemukan informasi yang tidak habis-habisnya yang tersedia di internet, sejumlah orang rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir berbagai informasi yang ada. Kemudian bisa membuat seseorang kecanduan, terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut. Hal-hal tersebut sangat menghambat berkembanganya pendidikan dalam TIK.
A. Dalam Bidang Sosial Budaya
Keuntungan :
  1. Kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain.
Kerugian :
  1. Dengan semakin pesatnya komunikasi membuat bentuk komunikasi berubah yang asalnya berupa face to face menjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan komunikasi menjadi hampa.
  2. Seseorang yang terus menerus bergaul dengan komputer akan cenderung menjadi seseorang yang individualis.
  3. Dengan pesatnya teknologi informasi baik di internet maupun media lainnya membuat peluang masuknya hal-hal yang berbau pornografi, pornoaksi, maupun kekerasan semakin mudah.
  4. Kemajuan TIK juga pasti akan semakin memperparah kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat antara orang kaya dan orang miskin.
  5. Maraknya cyber crime yang terus membayangi seperti carding, ulah cracker, manipulasi data dan berbagai cyber crime yang lainnya
  6. Menurut Paul C Saettler dari California State University, Sacramento, Satu hal yang pasti, interaksi anak dan komputer yang bersifat satu (orang) menghadap satu (mesin) mengakibatkan anak menjadi tidak cerdas secara sosial.
BIDANG KESEHATAN

Keuntungan :
- membantu proses database.
- membantu analisa data
- dan masih banyak lagi
untuk lebih memudahkan proses riwayat kesehatan pasien, komputer bisa membantu hasil 3D untuk melihat tumor, Robot yg dikendalikan komputer bisa untuk membedah
Contoh pling mudah klo sekarang ke puskesmas yg maju, pendaftarannya udah dengan cara komputerisasi, sehingga riwayat pasien yg berobat disimpan di komputer. masing2 individu udah punya ID sendiri. itu lebih memudahkan, daripada harus ngoprek2 map di ruang pendaftaran.

Kerugian :

Health Issues ( Issue Kesehatan ), penggunaan BTS dan Elektromagnetis yang dapat mengganggu kesehatan pengguna dan dapat menyebabkan banyak penyakit seperti persendian, kanker dan lain - lain.

BIDANG TENAGA KERJA

Keuntungan :
Berkat pemanfaatan TIK maka terbuka dua bidang lapangan kerja. Pertama, para pencari pekerjaan dapat menggunakan TIK untuk mencari peluang kerja di kota atau daerah terdekat. Kedua, mereka dapat melakukan pekerjaan baru yang tercipta akibat pemakaian TIK. Masyarakat miskin di pedesaan kekurangan kesempatan kerja karena mereka kebanyakan tidak dapat mengakses informasi tentang hal itu.
Salah satu manfaat TIK adalah menyediakan layanan online untuk menawarkan kesempatan kerja melalui pertukaran informasi kesempatan kerja secara elektronik dengan kantor ketenagakerjaan atau instansi penempatan tenaga kerja lainnya. Biasanya, penerimaan pekerjaan dilakukan dalam sistem tertutup yang melibatkan perantara untuk kliennya.

Kerugian :
eknologi informasi dan komunikasi seperti internet, televisi, dan radio banyak menawarkan beragam macam barang atau produk kebutuhan bagi masyarakat. Barang-barang tersebut dapat berupa barang-barang primer, sekunder, hingga tersier. Banyak cara yang ditawarkan oleh pemilik produk agar masyarakat mau membeli produk buatan mereka, mulai dari pemberian potongan harga, hadiah, keuntungan, gaya hidup, mode, hingga kemewahan. Akibatnya masyarakat menjadi cenderung konsumtif (tindakan konsumsi yang cenderung berlebihan) dan boros karena mendorong mereka untuk terus belanja dan mengeluarkan uang untuk membeli barang yang bukan kebutuhan pokok mereka.

BIDANG KEAMANAN

Keuntungan :

Negara maju seperti Amerika telah dilengkapi dengan peralatan satelit yang dikendalikan dari Bumi, untuk memantau serta memetakan keadaan dipermukaan Bumi, pada Perang dunia II dan yang terakhir dengan Irak , Amerika menggunakan Jaringan Inteligen yang dilengkapi dengan Teknologi komputer dan Informasi modern sehingga bisa mengalahkan lawan-lawanya.

Kerugian :

Internet telah mendorong munculnya jenis-jenis kejahatan baru yang tidak ada sebelumnya. Selain itu cakupan dari kejahatan yang dilakukan melalui internet sulit diukur dampak langsungnya karena jangkauan internet yang sedemikian luas.
Dalam kasus penyebaran virus 7 Love You misalnya, jumlah korban yang terserang hampir separuh dari pengguna internet pada waktu itu. Kerugian yang diderita korban sulit terukur besarnya, karena korban sulit teridentifikasi disebabkan lokasi tersebar di seluruh dunia.
Kejahatan penipuan, pencurian nomor kartu kredit, pornografi merupakan beberapa contoh kejahatan konvensional yang menjadi lebih besar magnitude-nya karena dikerjakan dengan fasilitasi internet. Selain itu, perusakan situs internet, pengiriman email sampah (spam), pengiriman virus, memata-matai aktivitas seseorang (spyware), mengacaukan trafik jaringan (DDOS) merupakan contoh kejahatan baru yang muncul setelah adanya internet.
Dalam Bidang Pemerintahan
Keuntungan :
  1. Tenologi Informasi dan Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang disebut e-government membuat masyarakat semakin mudah dalam mengakses kebijakan pemerintah sehingga program yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan lancar.
  2. e-government juga dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan industri.
  3. Masyarakat dapat memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang dibuaat oleh pemerintah sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerintah.
Kerugian :
  1. Semakin bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang terjadinya cyber crime yang dapat merusak system TIK pada e-government. Misalnya kasus pembobolan situs KPU ketika penyelenggaraan Pemilu oleh seorang cracker.
Dalam Bidang Pertanian

Keuntungan :

TIK dapat membantu peningkatan hasil pertanian. Pemupukan pertanian besar dapat dilakukan dengan pesawat terbang yang dilengkapi kamera. Dari kamera diperoleh data tentang kondisi tanah, kemudian dianilis computer sehingga dapat mengetahui kadar air dan mineral yang terkandung didalamnya dengan demikian, pemupukan dapat dilakukan secara cepat.

Kerugian :

Layanan-layanan diatas dapat digunakan secara cepat dan mudah. Hal ini dilakukan agar konsumen merasa nyaman dan cepat melakukan transaksi yang mereka inginkan.
Peranan TIK juga dapat dilaksanakan dalam bidang pemerintah (membangun hubungan dengan masyarakat, bisnis, dan pemerintahan), bidang sosial, dan juga bidang pertanian.
TIK juga dapat memberikan dampak negatif, seperti pelanggaran hak cipta, cybercrime (anauthorized access, illegal contents, data forgery, cyber espionage, cyber sabotage and extortion, infringements of privacy, offense against intellectual property, phising, dan carding), penyebaran virus komputer, dan pornografi, perjudian, serta penipuan. Kejahatan-kejahatan melalui TIK pun ada pasalnya tersendiri. Sebaiknya, kita tidak mencoba-coba untuk melakukan salah satu dari kejahatan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar